DIBERSIHKAN: Menggunakan dua unit excavator dan truk dam, material bongkaran bangunan Puskib mulai dibersihkan. (foto:bara aji/post metro)
BALIKPAPAN - Ratusan bahkan ribuan kubik material bangunan yang terdiri kayu balok, reng, atap sirap, atap seng dan bongkaran tembok masih berserakan di tanah Puskib seluas 3 hektare. Banyak mata yang melirik ingin mengambil sisa-sisa material bangunan eks RSUD Balikpapan yang dibongkar Rabu (28/7) lalu.
“Kayunya banyak, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan. Kalau diambil bisa jadi rumah lagi. Paling tidak bisa jadi 15 rumah,” celetuk seorang warga yang melihat areal Puskib, siang kemarin. Hitung-hitungan orang tersebut masuk akal, karena bangunan yang dibongkar cukup banyak, lagi pula bangunan tua kayunya banyak dan ukurannya besar-besar.
Namun kayu-kayu balok banyak yang rusak, patah-patah menjadi ukuran dua meteran karena dilindas dua excavator saat merobohkan bangunan Puskib. Kusen pintu, kusen jendela, daun pintu dan daun jendela yang diincar banyak warga, hancur. Dari pantauan Post Metro sebelum pembongkaran, bangunan Puskib di bagian belakang sudah ompong. Yakni pintu dan jendela dibongkar dan dicuri orang.
Pembersihan material bongkaran banguna Puskib mulai dilakukan, kemarin. Pembersihan mengerahkan dua excavator dan beberapa truk dam diawasi puluhan pemuda gabungan beberapa ormas. Belasan orang beradu cepat dengan excavator mengambil kayu-kayu yang berserakan. “Saya selaku penanggung jawab terhadap asset yang ada di Puskib memberikan kesempatan kepada masyarakat Mekarsari untuk dapat juga mengambil bahan material yang tersisa. Asalkan melapor kepada saya dan atau ketua forum, jangan sampai material tersebut jatuh ke tangan orang lain,” kata Ketua Lembaga Pertahanan Pemuda Kaltim (LPPK) Tomy Ibrahim, SE.
“Saya juga mewakili ormas juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada warga Mekar Sari atas apa yang telah terjadi di saat kami masih menghuni di Puskib, mari kita kembali bersatu di dalam menciptakan kkeamanan Mekar sari,” tutur Tommy.
Bangunan yang tersisa di Puskib Akademi Kebidanan (Akbid) dan musala karena merupakan lembaga pendidikan dan tempat ibadah. “Dalam situasi seperti ini masyarakat juga merasa kurang setuju apabila lahan Puskib kelak didirikan mall, karena kurang menyentuh ke sosial masyarakat, sedangkan mall yang ada di Balikpapan terkadang sepi pengunjung. Kalau bisa dibangun taman atau alun-alun,” urai Ketua RT 34 Kartono mewakili masyrakat Kelurahan Mekar Sari.
“Untuk masalah pembagian sisa-sisa material ormas sudah cukup bijaksana dalam memberikan keleluasan kepada warga Mekar Sari,” imbuh Gabriel. Di sela pembersihan material bongkaran bangunan Puskib, belasan pemuda gabungan beberapa ormas melakukan pemagaran lahan menggunakan seng. (mm-3).