HARUS DIANTISIPASI: Rumah milik Baharudin di puncak bukit ini tanah dan bangunannya mulai bergeser dan mengancam dua rumah milik Ismail dan Anwar yang berada tepat di bawahnya. (mukmin azis/metro)
BALIKPAPAN - Jumlah titik longsor terparah di Balikpapan semakin bertambah. Selain wilayah Gunung Sari Ilir, Baru Tengah dan Prapatan, ancaman longsor terhadap korban jiwa terjadi di wilayah RT 18 Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah (Balteng) dan RT 67 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara (Balut).
“Suaranya seperti suara ombak, waktu itu memang saya dan istri saya ndak bisa tidur. Longsor itu turun kami langsung keluar rumah,” kata Ismail.
Ancaman tertimbun longsor dialami keluarga Ismail (70) dan Anwar (42), keduanya tinggal di RT 18 Sumber Rejo. Longsor sendiri terjadi akibat bergesernya tanah di atas rumah milik Baharudin, sementara rumah Ismail dan Anwar ada di bawahnya dengan posisi tanah yang begitu curam tanpa ada siring maupun material lain yang bisa mencegah terjadinya erosi.
Longsor di RT 18 Sumber Rejo terjadi pada Kamis (29/7) sekira pukul 09.10 Wita. Saat hujan deras, rumah milik Baharudin yang berada di bagian atas, tanahnya tiba-tiba longsor. Beruntung, pergerakan tanah bercampur lumpur itu tidak menyapu dua rumah milik Ismail dan Anwar.
Ismail menghuni rumah panggung yang dibagi dua bersama Anwar.
Saat ini, rumah kayu milik Baharudin yang berdiri persis di lereng bukit kondisinya makin memprihatinkan. Rembesan pasir yang berada di atas lereng menjadi ancaman serius.
“Tanaman singkong itu sudah semakin turun, kalau hujan turun pastinya keluar rumah. Takut kejadian nak,” ujar Ismail yang menyebut di kediamannya ia tinggal bersama istri dan empat orang anaknya. Ismail kondisi fisiknya tidak normal karena tubuhnya lumpuh. Saat longsor terjadi, ia mendapatkan bantuan tetangganya Anwar.
”Saya yang bantu mas kalau hujan, Kasian siapa lagi yang mau membantu,” sebut Anwar.
Lurah Sumber Rejo, Suliansyah saat dikonfirmasi mengatakan upaya pihaknya membantu keluarga Anwar dan Ismail sudah dilakukan dan kedepannya diupayakan perbaikan struktur tanah yang rawan longsor. “Tadi pagi sama orang kelurahan mau dievakuasi, namun pemilik rumah menolak. Jadi solusinya, kita sarankan untuk mengungsi ke rumah anaknya saja jika sedang hujan,” katanya.
Longsor terjadi pula di RT 67 Kelurahan Batu Ampar Balut, dialami Ahmad Mustahal. Menurut dia, longsor terjadi malam hari. Saat hujan lebat tanah yang berada di samping rumahnya tiba-tiba berjalan dan menghantam siring yang ada di samping rumahnya sehingga membuat siring tersebut roboh, untung saja tanah yang berjalan tersebut berhenti sesaat sebelum menimpa rumahnya. “Saya lihat langsung tanahnya bergerak, untung saja rumah saya tidak sampai kena longsor ujarnya saat Post Metro memantau longsor di daerah tersebut.
Selain longsor yang nyaris menimpa rumahnya, juga banjir lumpur yang mengalir dari atas, karena draniase di daerah tersebut porak poranda akibat tanah longsor. “Sudah ada yang meninjau dari kelurahan dan juga ada dari DPU tetapi sampai sekarang tidak ada bantuan yang diberikan untuk memperbaiki, jadi daripada longsornya menimpa rumah saya saya perbaiki untuk penanggulangan sementara,” tandas dia.(noq/nus)