BALIKPAPAN - Longsor yang terjadi di RT 10 Kelurahan Prapatan Balikpapan Selatan beberapa waktu lalu dan menimbulkan korban jiwa sampai saat ini belum juga ada tindak lanjut perbaikannya.
Rumah milik PT Pelindo yang berdiri di ujung tebing dan di bawah tebing tersebut merupakan rumah warga, belum juga dibongkar. Padahal PT Pelindo rencanannya akan mengosongkan rumah tersebut.
Penghijauan yang dicanangkan oleh PT Pelindo pun tidak juga dilaksanakan di daerah tersebut walau tepat di daerah tersebut pernah terjadi bencana longsor yang menyebabkan dua ibu dan anaknya tewas seketika tertimpa reruntuhan tanah dari atas tebing tersebut.
“Seharusnya sudah dilakukan siring tebing. Kondisinya makin parah dan mengkhawatirkan. Longsor terus mengancam warga di bawahnya. Sewaktu-waktu hujan deras, bisa longsor lagi,” terang salah satu warga yang rumahnya berada di bawah tebing, Abdul Samat kepada Post Metro, belum lama ini.
Kondisi dari tebing itu sendiri sudah retak bahkan bagian atasnya juga sudah terjadi patahan sehingga dikhawatirkan jika hujan lebat kembali turun, tanah yang hampir longsor tersebut kemungkinan akan benar-benar longsor. “Jangan sampai terjadi longsor kembali baru diperbaiki, kami bukan hanya minta rumah tersebut dibongkar, tetapi siring dan drainase juga dibuat dengan baik, karena rawan sekali longsor,” tutup dia.(nus)