Sabtu, 11 September 2010  
Hot Topics>> Bisnis
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD    |    ATAU GUNAKAN   
UTAMA: Susu Bayi Bermelamin | Bunuh 2 Warga dan Sandera Cewek 2 Tahun | 360 Pemudik Tewas di Jalan | Dapat Cucu Ketujuh, Berharap Bebas Bulan Depan | Batu Bara Jangan Seperti Hutan | PRO KALTIM: 22 Tahun Menanti Air Bersih | Lebaran Pertama, Samarinda Banjir | TOTAL SPORT: Tunggu Guru | Ingin Sempurnakan Gelar |
   
Sabtu, 31 Juli 2010 , 13:00:00


BALIKPAPAN   -   Acara temu bisnis Kadin bersama  Wali Kota H Imdaad Hamid SE di Hotel Santika Balikpapan, Jumat (30/7) kemarin, tampaknya jadi ajang menguatkan komitment semua stakeholder terkait pengembangan dan pemberdayaan pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi di Kota Minyak.

Tak hanya Wali Kota H Imdaad Hamid SE yang sepakat betapa pentingnya mendorong tumbuhnya produk unggulan dari pelaku UKM dan koperasi di Balikpapan di tengah persaingan global, tapi sejumlah pihak (stakeholder, red) yang hadir juga menginginkan hal serupa. “Memang sudah saatnya kita membuat peta produk unggulan pelaku UKM dan koperasi di Balikpapan. Sehingga, dari peta itulah kita bisa tahu kemana arah mengembangan dan memberdayakan pelaku UKM yang ada di kota ini,” ujar Imdaad Hamid saat tampil di hadapan ratusan peserta acara temu bisnis, yang didominasi kalangan pengusaha anggota Kadin, serta dari pelaku UKM dan gerakan koperasi di Balikpapan.

Menurut wali kota dua periode ini, globalisasi memang tidak bisa dibendung. Namun, yang membuatnya prihatin, sebagian besar masyarakat termasuk di Balikpapan, justru bangga memakai produk berlabel luar negeri, dibanding produk lokal. “Kita bangga dengan produk luar, tapi income atau pendapatan kita justru lokal,” sindir wali kota.

Karena itu Imdaad berharap, agar produk lokal yang disebutnya produk Aku Cinta Indonesia (ACI), sudah saatnya dilabel dimana-mana (semua lini, red). Misalnya produk Pepaya Hawai produksi petani lokal Balikpapan, Nenas dan Salak, ditegaskannya perlu didorong lebih kuat lagi agar pemasarannya bisa tembus hingga keluar daerah bahkan mancanegara. Hal yang sama, juga berlaku unyuk produk unggulan pelaku UKM Balikpapan lainnya.

Imdaad yang mengaku baru mengikuti pertemuan asosasi pemerintah kota se-Indonesia ini mengungkapkan, hingga saat ini hanya ada tiga negara di dunia, yang laju pertumbuhan ekonominya masih tergolong bagus dan stabil. Yakni, China, India dan Indonesia. Hanya saja, dengan diberlakukannya perdagangan bebas Asean-China, maka semua sektor ekonomi di Indonesia, termasuk di Balikpapan, juga diingatkan tetap waspada akan persaingan bebas tadi. “Kuncinya, selain penguatan pasar domestik dan daya saing global, juga harus ada penguatan ekspor,” papar dia.

Hanya saja, meski kampanye penggunaan produk domestik ACI sudah digaungkan bertahun-tahun, lanjut wali kota, hingga kini produk lokal masih jauh tertinggal dibandingkan produk impor. Tak hanya itu, pola pembinaan dan pemberdayaan UKM, juga diakuinya jauh berbeda dibandingkan luar negeri. “Di India misalnya, pelaku UKM itu dibina hanya dengan satu lembaga perbanka yang bekerjasama dengan koperasi. Sementara kita, didukung 8 bank, tapi tetap saja tertinggal,” tukas dia.

Pelaku UKM lokal, tambah dia, sejauh ini menghadapi dua masalah utama. Yakni, pemasaran dan modal. Balikpapan disebutnya sudah punya Program Penjaminan Kredit Daerah (PPKD), namun bunga bank yang ditetapkan untuk pelaku UKM juga masih tinggi, sekira 14 persen. Bandingkan di luar negeri yang hanya mematok 3 persen untuk pelaku UKM. “Jika bunga bank terus tinggi, akan sulit bagi pelaku UKM untuk bersaing,” tuturnya.

Selain wali kota, acara temu bisnis ini juga menghadirkan narasumber Ketua Kadin Balikpapan Zulbachri, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) H Soeryanto, Pemimpin Cabang Bank Bukopin Bambang Margono, dengan moderator wakil ketua Kadin Balikpapan, Ir Muhammad Adam. Sementara. Hadir juga Ketua DPRD Balikpapan H Andi Burhanuddin Solong, muspida, pimpinan asosiasi pengusaha, tokoh pengusaha Balikpapan dan undangan lainnya.(rud)
 
 
(0) Komentar
 
   
 
 
Olahraga
Betah di Persiba
Tidak lama lagi, Persiba Balikpapan kembali bertarung di kompetisi paling elit di Indonesia. Tim asu ...
Other
 
Hukum
Rp 30 Juta, Seminggu Habis
BALIKPAPAN-Otak pelaku pembobol uang zakat sebesar Rp 125 juta di kantor Zakat kawasan Prapatan Bali ...
Other
 
Balikpapan
Korpri Serahkan Bantuan
BALIKPAPAN --Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pemkot Balikpapan memberikan bantuan sejumlah ...
Other
 
Metro Kota
Gubernur Sidak, Calo Tiket Raib
BALIKPAPAN--Kesiapan menghadapi arus mudik lebaran di Kota Beriman yang menjadi pintu gerbang Kalima ...
Other
 
Kaltim Post Grup:
Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng - Radio KPFM
Home Utama Balikpapan Metro Kota Hukum Metro Kaltim Olahraga Hiburan Nasional Bisnis Rubrik Special