JODOHMU TAK KUNJUNG DATANG JUGA? MUNGKIN ALASAN INI MENJADI PENYEBABNYA!

Jodohku maunya dirimu

Satu cinta hingga ajal memisah

Aku dan kamu satu

Saling mencinta

Ya nggak usah ikutan nyanyi juga, mblo. Biar Anang – Ashanty aja.

Yang lagi gegana alias gelisah galau merana karena jodoh yang tak kunjung datang. Mana orang tua dan kerabat pada nanyain dimana calonnya. Yang ke kondangan temen selalu ditanyain kapan nyusul sama ditanyain mana gandengannya. Yang jalan-jalan cuma bareng temen dengan jenis kelamin sama. Asem. Asem. Asem. Ketek aja kalah asem.

Calon sebenarnya sih ada, tapi kok belum ada hilal buat ngajakin ke jenjang lebih serius. Beneran jodoh, apa cuma jagain jodoh orang?

Kalau kamu sudah menanti sekian lama, namun hilal jodohmu belum terlihat juga. Mungkin beberapa hal ini bisa menjadi penyebabnya

  1. Susah bangun pagi

Hayo siapa yang sering bangun kesiangan? Pasti banyak. Ketahuan dari hidung kalian yang kembang kempis. Pernah dengar pepatah “Jodohmu adalah cerminan dari dirimu.” Ya kala kamu aja males bangun pagi. Jangan salahkan orang lain kalau jodohmu ditangkap sama yang lainnya. Ayo mulai sekarang biasakan untuk bangun bagi dan hirup udara segar. Kali aja pas keluar ke halaman rumah dan menghirup udara segar ada yang bening lewat.

 

“Bubur ayamnya, mbak?”

Loh?

 

  1. Kebanyakan nonton K-Drama

Siapa sih yang nggak demen dan doyan sama K-Drama? Hampir seluruh kaum berjenis kelamin perempuan teramat sangat menggemari. Rela nonton berjam-jam sambil ketawa, nutup mata, sesenggukan dengan tisu bertebaran dimana-mana. Main character cowoknya yang bak Hero, super ganteng, dan cute abis. Banyak Ahjussi dan Oppa bertebaran menghiasi layar laptop, TV dan smartphone. Tahu Cha Eun Woo? Do Kyung So yang lagi wamil? Duh bikin meleleh. Ambyar ini hati. Ambyar. Tapi harus kita sadari dengan baik, bahwa semua tontonan itu hanyalah fiksi semata. Ingatlah, bahwa realita sedang menanti. Jangan kebanyakan nonton K-Drama. Nonton boleh, tapi jangan banyak-banyak

 

Ingatlah, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Apalagi kalo kamu sampai membanding-bandingkan cowok di drama Korea dengan cowok di dunia nyata. Ya jelas bakal beda. Banyak kok cowok dunia nyata yang akan membuatmu bahagia layaknya princess.

 

  1. Kebanyakan ngidol Oppa-oppa

“Oppa, saranghae!”

“Oppa… Oppa.”

 

 

Suka sama Boy Band? Malah punya ultimate bias? Sadarlah kamu sadar. Mengidolakan satu orang sah-sah saja. Tetapi ingatlah bahwa orang itu tidak akan menemanimu ketika duduk di pelaminan, tidak tidur seranjang denganmu, atau hal-hal lainnya. Semakin kamu mengidolakan satu orang tersebut, bisa jadi jodohmu lari ke orang lain. Tentu nggak mau kan? Jadi pastikan kamu mengidolakan satu artis di batas wajar. Jangan sampai jadi ‘sasaseng fans’. Bisa ditangkap polisi, masuk penjara. Kelar jodohmu.

 

  1. Suka ngehalu sambil baca cerita

Minat baca orang Indonesia itu rendah. Itu fakta. Tetapi tetap banyak juga yang suka membaca. Misalnya membaca novel romantis, bukan erotis ya. Dosa. Kalau udah nikah boleh. Sama aja dosa, somplak. Pastinya kamu-kamu yang doyan baca novel romantis bakalan kesengsem juga dengan tokoh utama si cowok. Yang kalau dibayangin tuh cool, keren, tinggi, otot bisep dan trisepnya keliatan, cuek tapi sweat. Stop ngebayangin yang enggak-enggak. Nanti kalau realita tidak seindah ekspetasi, kamu yang nangis-nangis. Jadi jangan kebanyakan ngehalu dengan cerita cinta romantis di buku-buku yang kamu baca.

 

  1. Susah move on dari mantan

Oh mantan kekasihku

Jangan kau lupakan aku

Bila suatu saat nanti

Kau merindukanku

Datang datang kepadaku

 

Stop mikirin mantan yang dia aja nggak mikirin kamu. Yang ada malah bikin nyesek dan keingat dia terus. Bisa jadi dia udah sama yang lainnya. Mantan terindah itu malah bikin kamu lebih sakit hati dan susah buat move on ke hati lainnya. Lebih-lebih setelah putus dia malah udah nikah sama yang lain. Kurang ngenes apalagi coba kalau kejadian kayak gitu? Jadi jangan kebanyakan mikirin mantan. Move on dong. Walau dikata move on itu susah. Tapi usahakan untuk tidak mengingat-ingat masa lalu yang sudah berlalu. Biarkan masa lalu menjadi kenangan dan tataplah masa depanmu. Ah jodohku mulai terlihat ternyata.

 

  1. Naksir gebetan kebangetan

Selain terjebak karena kenangan mantan dan susah move on. Terjebak pesona gebetan juga membuatmu susah mendapatkan jodoh. Kamunya naksir doi sampai gajah segedhe gaban aja yang keliatan. Eh si doi nggak bergerak dari zona nyamannya. Nggak enak tau terjebak di zona yang namanya teman tapi suka. Aku yang suka, eh dianya enggak.  Atau parahnya lagi, dia sama sekali nggak tahu akan perasaan kamu dia. Lah tambah nyiksa batin dan diri sendiri namanya. Jangan cuma fokus ke doi aja, perhatian sekitarmu. Siapa tahu pas kamu nengok ada sepasang mata yang sedang menatapmu penuh cinta. Cinta memang bisa membuat kita buta. Tapi juga jangan bodoh.

 

  1. Terlalu percaya sama yang namanya “Kalau jodoh gak bakal kemana-mana”

“Yang namanya jodoh, nanti juga bakal ketemu kok. Nggak akan lari kemana-mana. Makanya aku diem aja. Menanti gitu.”

 

Ya jangan kemakan stigma semacam itu lah. Jodoh memang tidak bakal kemana-mana, tapi bukan berarti dia bakalan datang begitu saja. Dikira jodohmu bisa dianter sama abang Gojek. Kalau gitu ya semua orang yang sedang menanti jodoh bakal order ke abang Gojek. Jadi deh si abang Gojeknya kaya. Atau jodohmu emang abang Gojek? Eh.

 

  1. Kata orang Jawa “Kejeron le mendem ari-ari”

“Jodohmu seret yo? Mbiyen le mendem ari-ari kejeron kui.”

Translate: “Jodohmu seret ya? Dulu ngubur ari-ari terlau dalam itu.”

 

Yah kata orang tua dulu memang seperti. Entah itu mitos atau fakta. Untuk orang-orang yang adat Jawa-nya memang kental. Hal-hal seperti itu memang menjadi salah satu kendala besar. Tapi ya masa iya mau ngegali ari-ari (plasenta). Yang pasti sih udah lupa dimana nguburnya. Atau tempat ngubur ari-ari itu sudah jadi rata dengan keramik di rumah.

 

  1. Katanya duduk di depan pintu bikin seret jodoh

Jikalau alasan-alasan diatas belum sesuai sama yang sedang kamu alami. Coba deh ingat-ingat kebiasaan pas masih kecil. Jangan-jangan dulu pas masih kecil suka duduk di depan pintu? Sambil makan lagi? Katanya sih Bahaya. Kata orang tua zaman dulu, duduk di depan pintu terus sambil makan bisa bikin seret jodoh. Ya kan gawat. Kamu bakal percaya atau tidak? Coba buktikan sendiri. Tapi dipikir-pikir lagi, memang urang sopan kalau makan depan pintu. Sebenarnya tidak hanya tidak sopan, tetapi juga bikin orang tidak nyaman. Bagaimana kalau ada yang buru-buru mau ke toilet. Terus tiba-tiba nabrak kamu. Ya kan lucu kalau sampai bocor sebelum masuk ke kamar mandi.

Mau tahu informasi menarik lainnya? Yang bisa bikin kamu makin happy dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Yuk ke dagelan.co.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close